Trip to Suku Samin Margomulyo Bojonegoro

Hai Guys, sudah lama saya fakum dari kegiatan menulis, karena tuntutan menulis novel kualitatif haha. kali ini saya mau eksis lagi nulis pengalaman yang pernah aku lewati, salah satunya melancong di Bojonegoro.

well, setahun yang lalu saya baru saja pulang dari observasi tempat untuk kegiatan studi lapangan salah satu matakuliah di kampusku, tempatnya di kota Bojonegoro Kecamatan Margomulyo dsn, Jepang. Aku sendiri asli dari Bojonegoro tetapi sudah lama tinggal di Sidoarjo, hehe

selama ini aku baru tau jika di Bojonegoro tempatku dilahirkan terdapat sebuah gunung yang sangat indah, salah satunya di daerah Margomulyo perbatasan langsung daengan kota Ngawi. entahlah gunung itu bernama apa, semua masih dirahasiakan (hahaha). Tempatnya sedikit Panas, tapi jangan salah. pemandangan yang disuguhkan sungguh mengagumkan. Sepanjang perjalanan banyak penduduk yang membuat kerajinan dari tunggak kayu jati., subhanallah ya, kebesaran allah dengan segala kenikmatanya, tunggak kayu jati aja bisa jadi kerajian yang keren.

Untuk kesana saya menempuh perjalanan selama 3 jam dari kec Baureno, Kondisi jalan dari Baureno menuju Bojonegoro cukup bagus, tidak macet , jalanya lurus hingga kota Bojonegoro, bebrapa kali kita melewati pasar tradisional , sangat jarang ditemui pasar modern, tetapi kondisi jalan mulai berubah setelah kita melewati perempatan Padangan Bojonegoro jalan sudah mulai memasuki area pegunungan, berkelok-kelok naik – turun, dan melewati jurang-jurang, cukup ekstream , tak nampak rumah besar lagi disana, hanya bangunan rumah yang masih menggandalkan kayu jati dan anyaman bambu, serta tanah sebagai alas rumahnya, beberapa kali terlihat rumah makan yang cukup modern.

Sepanjang perjalanan terlihat hamparan persawahan yang di hinggapi banyak burung, mereka tertawa riang kesana kemari. Disaat seperti ini saya berasa mendengarkan musik gamelan jawa sambil di terpa sepoi-sepoi angin siang perdesaan haha.
2 setengah jam sudah kita diperjalanan, menggunakan sinyal GPS kita berhasil menuju desa Ngraho tempat dimana kita akan bertemu dengan mbk Wiwin, salah satu anggota komunitas MYM, saat itu saya berkenalan melalui twitter yang saya ambil dari blognya. Pertemanan kita berlanjut seiring ke kepoan saya terhadap dsn Jepang. hihihi

Btw ada apa sih di dsn jepang ?
Sebelum menuju pembahasan ada apa disana, saya akan bercerita sendikit mengenai kondisi dsn Jepang tersebut, tidak seperti negara Jepang, dsn ini sangatlah sederhana, jalan menuju ke dsn tersebut masih jauh dari jalan raya, sepertinya sudah mulai ada perbaikan jalan paving sih disana, tetapi ada satu hal yang membuat saya jadi agak #Ndeso yaitu suasanya desanya, rumah-rumahnya masih sangat tradisional, dindingnya menggunakan kayu jati dengan halaman luas di depanya. Dibelakang rumah mereka terdapat hewan sapi atau domba sebagai hewan peliharaanya, kakek-nenek yang rambut hitamnya sudah mulai hilang dengan sempurna masih kesana kemari memanggul kayu untuk dijadikan bahan bakar memasak. Dan juga masih ada sumur tradisional untuk mereka mandi. Subhanallah desa yang begitu cantik, sayangnya anak-anak muda disana sudah mulai mengenal dunia luar dan merusak suasana damai disana, dengan sepeda yang bersuara seperti orang kentut.
well desa yang kecil ini cukup unik, disana ada sebuah sanggar budaya yang banyak gamelan-ganelanya.. juga ada peternakan sapinya.. hmmm pengalaman yang cukup menarik untuk seseorang yang Ndeso seperti saya. hehe

Oke kali ini saya akan menceritakan ada keistimewaan apa sih disana? banyak dong, salah satunya kita bisa pergi kejepang tanpa paspor #ehh salah ya.. hehe
well lanjut, kalian tau suku samin yang terkenal dengan pemberontakanya terhadap belanda ?

Ya , di dsn ini terdapat salah satu keturunan dari suku samin tersebut, namanya adalah Harjo, beliau generasi ke 3 dari suku samin, suku samin sendiri terpencar dibeberapa daerah, ada di Blora, Kudus, dan Bojonegoro, suku samin sendiri dulunya memiliki sebuah prinsip bahwasanya dikehidupan mereka harus jujur, sopan, tidak menyakiti satu sama lainya, mereka juga anti terhadap pemerintah dikarenakan pemerintah banyak yang berbohong, selain itu suku tersebut membenci perdangan dan melarang kaumnya bersekolah, dikarenakan dalam perdagangan pasti terdapat banyak sekali kejahatan, sedang untuk bersekolah sendiri karena sekolah tersebut buatan dari pemerintah belanda.
Eits itu cuplikan dari blog-blog yang bertebaran di internet ya, pada kenyataanya suku samin tidak terlalu menutup diri, sekarang mereka mulai berbaur dengan masyarakat luar, mereka juga sudah mengizinkan kaumnya untuk bersekolah, usut punya usut dahulu karena mereka sangat menutup diri, mereka jadi primitif dan gagap teknologi, tak ada media massa yang masuk disana, sehingga informasi dari luar tidak bisa masuk. karena mbah kakung prihatin melihat para pemudanya bodoh, beliau pergi sendiri untuk memastikan negaranya sudah merdeka dari jajahan Belanda agar pemuda-pemudanya bisa bersekolah dan mendapatkan pendidikan yang layak. nah alasan kenapa dulu orang samin dilarang bersekolah bukan karena faktor kekakuan aturan adat, tapi karena mereka sangat membenci pemerintahan Belanda, dan mereka tidak mau ada warganya yang bersekolah buatan belanda. kemudian setelah mbah samin mengetahui negaranya sudah merdeka beliau akhirnya mendatangkan guru dari luar dan dibayar oleh urunan warga. hehehe kompak banget ya.

salah satu keistimewaan suku samin ini adalah gotong royongnya, mereka benar-benar penduduk yang solid. saling membantu satu sama lainya. bahkan mereka punya aturan sendiri dalam hutang piutang ” tidak ada laba dan harus bayar tepat waktu”. juga dalam beragama mereka tidak mengharuskan warganya memilih agama yang diyakini pendahulunya. karena menurutnya agama adalah suatu keyakinan dan kemantapan hati. disana juga sudah ada banyak mushola-mushola, anak dari mbah harjo dan keluarganya sendiri beragama islam. sedang suku samin memiliki kepercayaan sendiri yang disebut agama agama adam, saya kurang paham sih dengan agama adam soalnya beliau pakai bahasa jawa tulen banget pas neranginya hihi. sedikit yang saya pahami, agama adam adalah agama perpaduan dari nilai-nilai budi 4 agama lainya, islam, kristen, hindu, budha. Suku ini berpegang pada filosofi tokoh perwayangan semar. dan masih memeggang teguh adat kejawen. mereka memiliki sebuah buku/kitab yang disebut dengan jamus kalimasodo. nah kalian pasti sering lihat di buku pepak (bahasa jawa) kan? kemarin saya memegang terjemahan buku itu lho. hihihi.. menurut saya kebanyakan dari ajaran samin sendiri adalah tentang budi pekerti, kejujuran, ketulusan. kita juga mendapat wejangan dari beliau yang katanya ” wong musuhan iku mulane teko lambe, lambe iku landep, iso nggarahi paten-patenan, dadi kowe kabeh ati-ati ambek lambe” yang artinya, orang musuhan itu asalnya dari mulut, mulut itu tajam, bisa bikin orang saling membunuh, jadi hati-hati sama mulut. bener juga kata mbah Harjo, mulut itu tajam sekali, bahkan lebih tajam dari pisau. banyak orang terluka karena mulut. mbah Harjo sendiri banyak membicarakan tentang ketulusan hati dalam banyak hal, beliau juga menentang keras permusuhan, kekerasan, kebohongan, dll. sekilas mirip hindu begitu deh. menjujung tinggi budaya dan norma norma. Banyak banget yang saya dapatkan dari kunjungan di dsn tersebut. selain kedamaian suasananya, disana oksigennya masih utuh tanpa ada pencemaran udara haha. alhamdulillah disana juga sudah ada sekolah dasar.

Sejarah lengkapnya saya skip dulu deh, palinga asyik kalian datang sendiri kesana. menikmati indahnya pemandangan. hihi. sesudah dari dsn tersebut kita pamitan pulang, dan menuju air terjun kecil yang ada di dsn Jepang. lumayan bagus sih. cuma kita kesana pas lagi cuaca terik-teriknya. jadi panas banget. buat turun kesana saya dan teman-teman harus melewati rintangan yang cukup sulit buat cewek-cewek kota yang jarang liburan gini haha. tapi cukup menghiburlah. bukan seberapa keren tempat liburan itu, tapi bagaimana kita membuat kesan terindah dalam perjalanan ketempat liburan tersebut. setuju gak guys ?
sekian ya, cerita perjalan saya di desa Jepang Kec. Margomulyo Kab. Bojonegoro. bye….

perjalanan di suku samin

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s