Tentang Senja

Kenapa harus senja yang ku pilih?

Kenapa bukan kau saja?

Di sini, disudut kota, dibawah lampu petromak tukang bakso

Aku menatap langit sore,

Berwarna kemerah-merahan, persis seperti wajahmu yang malu-malu

Saat kupandang.

Kamu yang hangat, kamu yang menentramkan, kamu yang..

ah aku merindukanmu…

kenapa tiba-tiba kamu menghilang…

Seprti senja sore ini..

Yang singgah hanya sebentar saja…

lalu, Mengapa aku tetap memilih senja?

Setidaknya, setiap hari dia selalu datang,

Datang dengan riang….

Dan kamu ? apakah kamu juga akan datang?

Setiap hari, Seperti senja sore ini  kemudian menemaniku duduk manis dibawah lampu petromak ….

lalu … haruskah aku masih memilihmu ? sedang bibirmu sedikitpun tak bergerak menanggapi pertanyaanku

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s