Story Of Diana

story of diana

” aku tahu ribuan kalimat kau tulis untuk memberi tanda bahwa kamu selalu sabar menungguku, yang seolah-olah kauingin mengatakan pada dunia bahwa kamu sangat mencintaiku dan berharap aku mengerti itu. Oke aku tahu tentang tanda-tanda yang kau kirimkan itu, tapi aku memilih untuk diam. Bukan berarti aku sedang memberi harapan palsu padamu dan pura-pura tidak melihatmu, hanya saja kamu terlalu abu-abu…

aku selalu bertanya-tanya pada diriku…

Akankah tulisan itu untukku? Apakah kau benar-benar menungguku? atau kau sedang menunggu siapa?

Lantas jika benar itu aku, mengapa kau tak benar-benar memperjuangkan hatiku. Kau biarkan aku terbang dengan prasangka-prasangka buruk tentangnya..

Maaf .. sepertinya penantianmu kini tak berarti apa-apa untukku. tolong jangan datang lagi, aku lelah.. “

Dariku, Diana

Sepucuk surat berwarna abu-abu itu mendarat di meja Yoga, tepat saat dia sedang makan siang. Yang membuatnya absen pergi ke kantin dengan teman-temanya.

Melihat surat itu Yoga sangat marah, kemudian membanting meja dan melempar surat yang ia pegang. Dia merasa bahwa usahanya selama ini dianggap remeh oleh Diana, dia juga merasa sangat terhina dengan ucapan Diana. Yang seolah-olah mengatakan bahwa Yoga adalah pembohong kelas kakap yang tidak tahu malu atau lebih tepatnya Yoga adalah seorangPlay boy. Sebuah istilah yang ditujukan oleh seorang yang punya kekasih lebih dari satu.

” dia pikir dia siapa? Seenaknya saja kirim surat kayak gini. Kalau bukan nungguin dia, terus nungguin siapa lagi? Gak percaya banget kalau aku udah berubah. Capek nungguin dia, seharusnya dia beruntung bisa dapet Cinta dariku. Ah sudahlah, cari yang lain aja. Bosen dia mulu” teriak dia pada sepucuk kertas itu

” ngomong langsung sama dia kali, kertas mah gak bisa nyampein” teriak Joe dari kejauhan

Iya, Yoga adalah jenis lelaki yang seperti itu. Seolah-olah dia terlihat sedang menunggu satu wanita saja. Sedang mencintai satu wanita saja, dan tulus dengan perasaanya. Tapi sampai detik ini, sosok wanita yang katanya dia sangat cintai dan hargai tidak pernah muncul. Satu tahun pacaran dengan Sintia lalu putus, sebulan lagi dapat ganti namanya Gita dan 6 bulan setelahnya putus. kemudian belum genap 2 hari putus dia putus dengan Gita, dia sudah punya pacar lagi namanya Yesa. kemudian dia sekarang dekat dengan Putri yang tak lain adalah mantanya dulu. Sejak menjadi mahasiswa baru terhitung dia sudah 5 kali pacaran. Sedangkan disaat dia merasa tidak ada wanita yang dekat denganya, dia mencari-cari sosok Diana lagi.

Lalu Diana? Iya, Diana adalah kekasih Yoga sejak dibangku SMA, yang selalu sabar menghadapi Yoga, yang selalu diam saat Yoga membodohi dia, yang selalu memaafkan Yoga saat ketahuan berselingkuh. Tapi mengapa sekarang dia tidak percaya dengan Yoga lagi? Bukankah sudah terlambat sekali?

kata orang sabar itu tidak ada batasnya, iya Diana adalah salah satu orang yang dianugrahi kesabaran tanpa batas. Selama ini, dia tidak pernah mengeluh dengan sikap Yoga yang seperti itu. Katanya kalau kau berani mencitai dia, maka kau juga berani menanggung akibatnya, entah itu luka atau bahagia. Katanya, Yoga adalah orang teraneh yang dia temui, walaupun Yoga berkali-kali membodohi dia, Diana tetap senang hati menerima permintaan maafnya. Katanya kalau memang yoga suka berbohong biarkan tuhan yang menghukumnya, tugasnya hanya mencintai Yoga.

Sore itu didepan fakultas hukum Yoga bertemu dengan Diana, dan Diana pun menyapanya dengan senyuman. Yoga yang melihat senyuman itu hanya melihat Diana sesaat kemudian melanjutkan jalanya. seolah-olah mereka tidak saling mengenal satu sama lainya.

” siapa Yog” Tanya Bimbim

“Anak pisikologi yang ngefans ama aku” jawab Yoga asal-asalan

” tapi kayaknya gak mungkin. Kamu kan bukan type dia banget. Wajahnya aja kalem gitu. Nah elu, berandalan gak tau malu haha” ejek Bimbim

” kenapa sekarang gak ada yang percaya sama aku ya?”

“ya jelas. Mana pernah lu biacara jujur. Liat tu si Sintia, sampek sekarang lu bodoh-bodohin terus”

“ya dianya mau aja. Haha”

Selain Play Boy, Yoga juga dikenal sebagai pembohong kelas kakap. Kalau dia sedang tidak dekat dengan wanita lain, dia selalu mencari alasan untuk balikan dengan mantan-mantanya dulu. Katanya dia masih sayang lah, katanya gak ada yang terbaik selain dia lah, katanya selama ini yang dia tunggu itu wanita itulah. Banyak sekali alasan-alasan yang selalu Yoga gunakan untuk menarik perhatian wanitanya. Dan itu juga yang Yoga gunakan untuk Diana.

” hai Diana, lagi liburan ya?” komentarnya dalam foto Diana di media social

” enggak Yog, kebetulan lagi pulang kampung” jawab Diana

“kapan pulang kampung sama aku, biar aku bisa kenal sama keluargamu disana”

“ada-ada aja kamu Yog”

“aku pengen banget kenal sama keluargamu, jadi biar gampang nanti kalau kita tunangan”

Seketika Diana terdiam tak membalas. Dia sudah Lelah dengan tingkah Yoga yang tidak bisa menghargai perasaanya. Dia dengan gampangnya menyebut kata tunangan, sedang dia selalu menarik ulur perasaan Diana, seolah-olah Diana bukan orang yang perlu di khawatirkan olehnya ketika dia melakukan kesalahan. Seolah-olah Diana akan menerimanya lagi seperti waktu SMA.

Tapi perasaan mengalah itu dulu, dulu sekali sebelum Yoga pacaran dengan Sintia. Saat itu ujian kelulusan, Yoga meminta Diana untuk tidak menganggu belajarnya, istilahnya Break pacaran dulu, karena dia mau konsen dengan ujianya. Diana-pun mengerti, walaupun mereka break, Diana selalu membantu Yoga belajar, menyiapkan bahan-bahan untuk ujian, memberikan wejangan-wejangan untuk masuk ke perguruan tinggi, hingga akhirnya hari kelulusan telah tiba. Diana merayakan kelulusan dengan teman-temanya tanpa Yoga. Katanya Yoga mau ngerayain sama orang tuanya.

” Diana maaf gak bisa nemenin, aku dijemput mama papa soalnya” kata yoga

” Oh, iya gak papa, aku lagi sama Gina dan Atika kok” jawab Diana

” jangan main-main sama lelaki lain ya”

“hmmm”

Yoga memang selalu over proktektif dengan Diana, yang gak boleh main sama temen cowok lah, gak boleh boncengan sama cowok lah, gak boleh sekelompok sama cowok lah. padahal status mereka masih belum jelas. dan dengan polosnya Diana selalu menuruti perintah begitu saja. Padahal Yoga tidak melakukan hal yang sama.

“Yog, Diana mana?” tanya Rendy

” tau tuh sama temen-temenya” jawab Yoga

“kok tumben gak bareng?” tanya Sintia

“uda putus aku sin”

“loh kenapa?”

“gak suka aja, dia terlalu membatasi diriku. Jadi ngerasa dikekang” jawab Yoga pada Sintia yang tak lain adalah teman Rendy dari sekolah sebelah.

“gue terkejut” kata Rendy tidak percaya

Yoga mengatakan itu bukan berarti karena Diana melakukanya, tapi karena Yoga ingin merndapat simpati dari Sintia. Yoga bahkan menjelek-jelekan Diana seolah-olah Diana adalah yang terburuk. Katanya Diana itu sering deket sama cowok lain, katanya Diana sering ingkar janji, Katanya Diana itu Matre, Katanya Diana itu membosankan, Katanya Diana itu gak asyik, katanya Diana udah gak cinta sama Yoga. Sintia yang saat itu juga memiliki perasaan pada Yoga berusaha menghibur Yoga, memberi masukan-masukan untuk Yoga, mendukung langkah Yoga. Seolah-olah Sintia memberikan segalanya yang terbaik untuk Yoga. Akhirnya setelah beberapa hari bersama, mereka memutuskan untuk pacaran.

” kamu beda sama Diana, kamu asyik dan dewasa” kata Yoga

” hehe makasih. Uda lupain Diana. Hidupmu gak selalu tentang dia-dia aja” jawab Sintia

” lupain Diana berarti jalan sama kamu ya?

” eh, emmm iya” jawab Sintia malu-malu

Saat itu juga Sintia dan Yoga resmi jadian, meninggalkan Diana yang dijanjikan oleh kata-kata Break pacaran selama ujian. 2 bulan setelah mereka jadian Diana masih belum tahu. Hingga akhirnya tuhan mempertemukan mereka bertiga di kampus yang sama.

” Yoga” sapa Diana duluan

” Hay” Yoga terkejut

” loh katanya kemarin mau kuliah diluar kota?” tanya Diana curiga

” Gak jadi, aku mau ngasih surprise kalau aku satu kampus dengan kamu” kata Yoga

Sebenarnya Yoga tidak tahu jika Diana satu kampus denganya, dia mengatakan itu untuk menjaga nama baiknya di depan Diana. Karena kemarin dia mengatakan akan memutuskan sekolah di luar Kota sebagai alasan agar mereka tidak bisa saling bertemu atau sebagai alasan agar Yoga bisa menghilang tanpa harus memperjelas hubungan dengan Diana lagi.

” masuk jurusan apa kamu? Tanya Diana

” Teknik dong” Jawab Yoga

” aku pisikologi, fakultasnya deket dong. Bisa bertemu sesekali”

Sebenarnya Diana sudah mulai Lelah menghadapi Yoga, dia hanya ingin menjaga hubungan baik dengan Yoga. Tapi Diana tidak tega ketika melihat Yoga harus terluka karenanya.

” iyadong, tiap hari kalo bisa. Eh aku duluan ya” kata Yoga mengakhiri pembicaraan.

Hari pertama dikampus, Diana menjadi pusat perhatian. Wajahnya yang cantik, dan senyumnya yang manis menjadikan dia primadona di Kampus. Banyak mahasiswa Teknik dan Hukum yang mencoba mendekatinya. Tapi untuk mendapatkan Diana tak semudah yang mereka banyangkan. Yoga yang mendengar desas desus berita itu, mencoba untuk mengklarifikasi pada Diana.

” Siapa lelaki yang mencoba menggodamu biar aku tangani mereka” kata Yoga Cemburu

” Siapa? Memang siapa yang menggodaku. Gak ada kali Yog” kata Diana

” Kamu jadi cewek jangan gampangan banget napa ! kamu harus bilang kalau udah punya pacar biar gak ada yang nggoda” Yoga marah

“pacar? Siapa?”

“maksud kamu? Jadi kamu gak nganggep aku Pacar?”

“bukanya kita udah putus dan belum niat pacarana lagi?” tanya Dianya ketus

” gak nyangka ya kamu bisa begitu. Jadi selama ini kamu anggap aku apa? sakit banget rasanya gak dianggep. Makasih selama ini udah setia sama aku. Harusnya aku tau kalau kamu sudah berubah semenjak ada banyak yang suka sama kamu. Aku tahu aku memang gak sebaik mereka. Mungkin kamu sudah punya lelaki lain selain aku. Dasar murahan !”

Kata-kata itu seketika membuat Diana marah, bagaimana mungkin dia marah sedangkan Diana tidak memiliki kesalahan apapun.

“gak dianggap? pernyataan macam apa itu? seenaknya saja datang dan pergi tanpa ada pemberitahuan. lalu aku ini apa? yang dengan gampang harus menerimamu lagi, kala hubungan ini sudah benar-benar berakhir. lalu kalau kata putus bukan berarti berakhir, kenapa kamu berkali-kali menggantikanku dengan yang lain? apa Putri, Sintia, Vero, dan Nurul juga sama? kapanpun jika kau mau kau bisa kembali pada mereka?” Gumam Diana menyaksikan punggung Yoga yang semakin mengecil didepanya.

Seharusnya kemarahan itu milik Diana, bukan malah Yoga. Yoga selalu pandai membuat korban menjadi pelaku, Yoga selalu pandai membolak-balikan hati wanita. yang membuat wanita-wanitanya selalu merasa bersalah padanya. dan akhirnya Yoga tetaplah korban. Yoga tetaplah yang paling tersakiti.

 Seharusnya Diana yang marah karena selama ini hubungan mereka digantungkan tanpa kejelasan. Ketika Diana bertanya apakah masih pacarana, dia diam dan tidak mau membahasnya, kemudian ketika dianya dekat dengan laki-laki lain, Yoga marah dan mengatakan bahwa Dianya adalah pacarnya, akan tetapi disaat Diana tidak dekat dengan siapa-siapa dia mengatakan bahwa hubungan kita belum jelas, dan masih dalam tahap pertimbangan (Break).

Bersambung ….

story of diana

Kisah selanjutnya bisa kalian baca di link berikut ini ya.

jangan lupa Follow dan tinggalkan jejak ya 🙂 makasih

Story Of diana

Masa SMA diana  [jadian]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s